Jembatan Kahayan Kalimantan Tengah

Welcome To Indonesia Tourism










Jembatan Kahayan adalah jembatan yang membelah Sungai Kahayan di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. Jembatan ini memiliki panjang 640 meter dan lebar 9 meter, terdiri dari 12 bentang dengan bentang khusus sepanjang 150 meter pada alur pelayaran sungai.


Jembatan ini pertama kali dibangun pada tahun
1995 dan selesai dibangun pada tahun 2001, serta diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 13 Januari 2002. Jembatan Kahayan menghubungkan Palangkaraya dengan dengan kabupaten Barito Selatan dan tembus ke kabupaten Barito Utara.



Visit Indonesia

Palagan Sambi Kalimantan Tengah

Welcome To Indonesia In My City Tourism
Sekitar 61 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Oktober 1947, di Desa Sambi, pedalaman Kabupaten Kotawaringin Barat, tergores sebuah cacatan sejarah bagi TNI AU yang pertama kalinya menerjunkan pasukan payung RI di daerah itu. Penerjunan pasukan payung pertama RI itu atas permintaan Gubernur Kalimantan Selatan waktu itu, yaitu Ir. Pangeran Muhamad Noor kepada KSAU (Kepala Staf Angkatan Udara) Komodor Udara D. Suryadarma untuk mendirikan stasiun radio induk yang dapat menghubungkan Yogyakarta (pusat pemerintahan waktu itu) dengan Pulau Kalimantan sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan kemerdekaan.
Untuk memenuhi permohonan tersebut, KSAU membentuk staf khusus dengan tugas mempersiapkan dan melatih pasukan payung sebanyak 13 orang yang sebagian besar direkrut dari putra asli Kalimantan bersama dengan pemuda asal Sulawesi dan Jawa di bawah komandan Mayor Tjilik Riwut. Dengan hanya dilatih selama satu minggu, anggota pasukan payung yang belum memiliki ketrampilan secara memadai itu diterjunkan dari pesawat C 4/Dakota RI-002.
Pada penerjunan tersebut tidak ada satu pun di antara 13 anggota pasukan yang berhasil dengan mulus mendarat sampai ke tanah. Semuanya mengalami hambatan-hambatan di atas pohon. Namun, tantangan yang paling tragis justru datang dari penghianatan bangsa sendiri, karena ada oknum yang telah memberitahu kepada Belanda tentang operasi penerjunan tersebut. Pasukan khusus yang selama berbulan-bulan hidup di rimba belantara itu akhirnya diserang oleh pasukan Belanda dan mengakibatkan tiga orang anggota pasukan gugur di medan laga. Ketiga orang yang gugur dalam penyergapan pasukan Belanda itu adalah Iskandar, pimpinan pasukan, dan dua anggota lainnya, Akhmad Kosasih dan Hary Hadi Sumantri.
Untuk mengenang jasa-jasa pahlawan yang gugur pada penerjunan pasukan payung pertama itu, pada tahun 2000 diresmikan Monumen Palagan Sambi oleh Kepala Staf TNI-AU Marsekal TNI Hanafie Asnan di Desa Sambi, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Pemberian nama Palagan Sambi didasarkan pada lokasi di mana peristiwa penerjunan itu terjadi, yaitu di Desa Sambi.
Keistimewaan Monumen Palagan Sambi dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek fisik bangunannya dan aspek sejarahnya. Dilihat dari aspek fisiknya, keistimewaan Monumen Palagan Sambi terletak pada bagian utama dari monumen ini, yaitu pesawat C 4/Dakota RI-002, pesawat asli yang digunakan sewaktu penerjunan. Pesawat ini ditopang oleh sebuah tiang penyangga beton yang berdiri kokoh di atas pelataran seluas kurang lebih 10 x 12 meter.
Kondisi pesawat ini sangat terawat, karena sebelumnya benda ini merupakan koleksi berharga milik Angkatan Udara Indonesia. Namun, setelah Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat berencana membangun sebuah monumen untuk mengenang peristiwa penerjunan tersebut, pihak Angkatan Udara kemudian menghadiahkan pesawat ini kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat untuk dijadikan sebagai simbol monumen ini. Adapun nilai sejarah yang melekat pada monumen ini adalah mengingatkan masyarakat Indonesia pada besarnya kontribusi Angkatan Udara Indonesia dalam mengusir penjajah Belanda dari bumi pertiwi. Monumen ini juga mengingatkan pada cikal-bakal lahirnya korps pasukan payung TNI Angkatan Udara Indonesia, karena di tempat bersejarah inilah pertama kalinya Angkatan Udara Indonesia menerjunkan pasukan payung yang saat itu dilatih hanya dalam waktu satu minggu. Sebelum peristiwa penerjunan itu terjadi, Angkatan Udara Indonesia belum memiliki korps pasukan payung sama sekali. Sedangkan bagi masyarakat Kotawaringin Barat saat ini, Monumen Palagan Sambi adalah simbol kegigihan para pendahulunya dalam mengusir penjajah Belanda dari bumi Kalimantan.
Lokasi Monumen Palagan Sambi terletak di Desa Sambi, Kecamatan Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah, Indonesia.
Akses untuk mencapai Pangkalan Bun, pengunjung tidak harus singgah di Palangkaraya (Ibukota Propinsi Kalimantan Tengah) terlebih dahulu. Sebab, di Pangkalan Bun sudah terdapat bandar udara yang menghubungkan dengan kota-kota seperti Ketapang, Palangkaraya, Sampit, Banjarmasin, Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Dari kota-kota tersebut, penerbangan menuju Pangkalan Bun rata-rata satu kali dalam sehari. Setelah sampai di Bandara Pangkalan Bun, pengunjung dapat menggunakan taksi, mobil sewaan, atau menggunakan sarana transportasi umum berupa minibus jurusan Bundaran Tugu Pancasila (pusat kota Pangkalan Bun). Letak monumen yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Bundaran Tugu Pancasila membuat monumen ini dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki.
Harga Tiket Pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis.
Akomodasi dan Fasilitas Lainnya Di sekitar Monumen Palagan Sambi, pengunjung dapat menjumpai sarana akomodasi dan fasilitas yang cukup lengkap, antara lain: hotel/rumah penginapan, restoran/rumah makan, swalayan/minimarket, tempat ibadah (masjid dan gereja), warung internet, warung telekomunikasi, kios-kios penjual voucher handphone, kios-kios penjual cenderamata, dan lain-lain.
Live Report From Sambi Village
Foto di atas dan di bawah secara exclusive saya dapatkan ketika saya jalan-jalan menuju desa sambi. foto tersebut merupakan akses jalan menuju tempat terjun payung yang pertama di Indonesia. Perjalanan yang sangat menyenangkan bila Anda menyenangi yang namanya pertualangan. karena jalan ini berbukit-bukit dan disebelah kanan kiri jalan di penuhi pohon-pohon sawit.
Untuk mengunjungi desa Sambi disarankan menggunakan mobil yang di gunakan untuk adventure, sejenis mobil Ranger, lama perjalanan kurang lebih 5 jam tanpa istirahat. namun untuk mengujungi wilayah ini di sarankan pula bagi Anda yang ingin mengujungi wilayah ini untuk membawa orang (guide) yang betul hafal dengan jalur menuju desa Sambi, jika tidak Anda akan tersesat di dalam wilayah perkebunan sawit.
Di desa Sambi selain monumennya yang terkenal, ada pula buah Durian yang terkenal kelezatannya. ada ribuan pohon yang tertenam di area perbukitan tersebut. masa panen antara bulan Juni-Juli.
Di Desa Sambi terdapat sungai yang digunakan warga setempat untuk MCK. di sini juga terdapat masjid yang berdiri di pusat desa sambi. Adat yang mereka anut masih sangat terasa kental karena ada beberapa rumah yang halaman rumahnya terdapat Totem dan pemakaman di belakang rumah.
Live Report Ajie Indra Warman, Sambi, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah

Visit Indonesia

Pantai Sabaru Kalimantan Tengah

Welcome To Indonesia Tourism





Obyek wisata ini terletak di kelurahan Kereng Bengkirai, kecamatan Pahandut dengan luas areal 150 ha, dan berjarak sekitar 12 km dari pusat kota Palangka Raya, sehingga dapat di tempuh dalam waktu 15 menit perjalanan darat.
Di sini pengungjung dapat menikmati sunset di pinggiran pantai. Duduk di atas bebatuan sambil menikmati sejuknya nuansa pantai Sabaru.


Visit Indonesia

Danau Piniai Papua

Welcome To Indonesia Tourism
Percaya atau tidak ternyata Danau Terindah di Dunia terletak di Indonesia tepatnya Indonesia bagian timur. Tepatnya di Danau Paniai, danau ini merupakan danau terindah berdasarkan pertemuan 157 Utusan berbagai negara yang memiliki Danau di Negaranya. berikut ini merupakan Kutipannya.


JAYAPURA: Sebanyak 157 utusan dari negara-negara pemilik danau di dunia menurut rencana pada tahun ini akan berkunjung ke Kabupaten Paniai, Papua, untuk melihat dari dekat Danau Paniai yang menyimpan potensi wisata alam yang prospektif.Bupati Paniai Naftali Yogi kepada Antara di Jayapura,mengatakan, keinginan 157 negara itu disampaikan saat berlangsungnya Konferensi Danau se-Dunia di India pada 30 November 2007.



Bupati Yogi yang juga turut hadir dalam konferensi tersebut mengatakan, negara-negara pemilik danau di dunia itu menilai Danau Paniai di Papua merupakan satu-satunya danau yang terindah dan masih belum dijamah tangan-tangan orang yang tidak bertanggung jawab.Dikatakannya, Danau Paniai yang berada pada ketinggian 7.500 meter di atas permukaan laut itu kondisinya sampai sekarang masih alami, karena belum tercemar sehingga menjadi perhatian 157 negara untuk mengunjunginya.Menurutnya, dalam Konferensi Danau se-Dunia di India itu disepakati pula untuk bersama-sama ikut melestarikan Danau Paniai karena merupakan danau terbaik dan terindah di dunia.Ia mengatakan, untuk menyambut kedatangan duta 157 negara pemilik danau itu, pihaknya saat ini sedang membangun jalan mengelilingi danau dan rumah-rumah penginapan.
Diharapkan dengan kunjungan 157 negara ke Danau Paniai, maka mereka pun tergerak untuk memberikan bantuan dalam rengka melestarikan danau ini sehingga tetap menjadi danau yang terbaik dan terindah di dunia.Selain mempersiapkan jalan dan penginapan, kata Bupati Yogi, pihaknya juga terus melestarikan nilai-nilai seni budaya masyarakat setempat yaitu seni budaya Suku Mee dan Suku Moni.Pelestarian seni budaya tersebut telah dimasukkan ke dalam kurikulum lokal guna diajarkan kepada murid Sekolah Dasar (SD) mulai dari kelas satu sampai kelas enam, demikian Bupati Naftali Yogi menjelaskan.

Visit Indonesia

Tanah Toraja Sulawesi Selatan

Welcome to Indonesia Tourism
Tanah Toraja, merupakan obyek wisata yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Kabupaten yang terletak sekitar 350 km sebelah Utara Makassar ini sangat terkenal dengan bentuk bangunan rumah adatnya. Rumah adat ini bernama TONGKONAN. Atapnya terbuat dari bambu yang dibelah dan disusun bertumpuk, namun saat ini banyak juga yang menggunakan seng. Tongkonan ini juga memiliki strata sesuai derajat kebangsawanan masyarakat seperti strata emas, perunggu, besi dan kuningan.
Saking begitu melekatnya image Tanah Toraja dengan bangunan rumah adatnya ini, sebagai bentuk promosi pariwisata dan untuk menggaet turis Jepang ke daerah ini, maka rumah adat pun dibangun di negeri “matahari terbit” itu. Bangunannya dikerjakan oleh orang Toraja sendiri dan diboyong pengusaha pariwisata ke negari sakura. Sekarang di Jepang, sudah ada dua Tongkonan yang sangat mirip dengan Tongkonan yang asli. Kehadiran Tongkonan selalu membuat kagum masyarakat negeri tersebut karena bentuknya yang unik. Perbedaannya dengan yang ada di Tanah Toraja hanya terletak di atapnya yang menggunakan bambu.

Masih banyak lagi daya tarik dari Tanah Toraja selain upacara adat rambu solo (pemakaman) yang sudah kesohor selama ini. Sebutlah kuburan bayi di atas pohon tarra di Kampung Kambira, Kecamatan Sangalla, sekitar 20 kilometer dari Rantepao, yang disiapkan bagi jenazah bayi berusia 0 - 7 tahun.
Pesta Rambu Solo’ atau pesta/ritual acara penguburan

Meski mengubur bayi di atas pohon tarra itu sudah tidak dilaksanakan lagi sejak puluhan tahun terakhir, tetapi pohon tempat “mengubur” mayat bayi itu masih tetap tegak dan banyak dikunjungi wisatawan. Di atas pohon tarra yang buahnya mirip buah sukun yang biasa dijadikan sayur oleh penduduk setempat itu dengan lingkaran batang pohon sekitar 3,5 meter, tersimpan puluhan jenazah bayi.

Sebelum jenazah dimasukkan ke batang pohon, terlebih dahulu pohon itu dilubangi kemudian mayat bayi diletakkan ke dalam kemudian ditutupi dengan serat pohon kelapa berwarna hitam. Setelah puluhan tahun, jenazah bayi itu akan menyatu dengan pohon tersebut. Ini suatu daya tarik bagi para pelancong dan untuk masyarakat Tanah Toraja tetap menganggap tempat tersebut suci seperti anak yang baru lahir.

Penempatan jenazah bayi di pohon ini juga disesuaikan dengan strata sosial masyarakat. Makin tinggi derajat sosial keluarga itu maka makin tinggi pula tempat bayi yang dikuburkan di batang pohon Tarra tersebut. Bahkan, bayi yang meninggal dunia diletakkan sesuai arah tempat tinggal keluarga yang berduka. Kalau rumahnya ada di bagian barat pohon, maka jenazah anak akan diletakkan di sebelah barat.

Kuburan Batu, salah satu bentuk kuburan Orang Toraja


Untuk menuju Tanah Toraja yang mengagumkan ini terdapat jalur penerbangan domestik Makassar - Tanah Toraja yang saat ini hanya sekali seminggu dan memakai pesawat kecil berpenumpang delapan orang, yang memakan waktu 45 menit dari Bandara Hasanuddin Makassar. Jika lewat darat, perjalanan yang cukup melelahkan ini membutuhkan waktu selama tujuh hingga sepuluh jam.

Event menarik di kawasan wisata ini yaitu adanya upacara pemakaman jenazah (rambu solo) dan rambu tuka (pesta syukuran) yang merupakan kalender tetap tiap tahun. Selain event tersebut, para pengunjung bisa melihat dari dekat obyek wisata budaya menarik lainnya seperti penyimpanan jenazah di penampungan mayat berbentuk “kontainer” ukuran raksasa dengan lebar 3 meter dan tinggi 10 meter serta tongkonan yang sudah berusia 600 tahun di Londa, Rantepao.
Ini adalah sebagian kecil dari sekian banyak pesona wisata yang ditawarkan oleh tana toraja sebagai daerah tujuan wisata andalan sulawesi selatan. Bagaimana? Tertarik melihat keunikan wisata budaya ini?
Visit Indonesia

Tanjung Keluang Kalimantan Tengah

Welcome To Indonesia Tourism


Kawasan Taman Wisata Alam Tanjung Keluang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor. 046/Kpts-II/1984 tanggal 3 Desember 1984 dengan luas kawasan 2.000 Ha.

Letak secara administrasi pemerintahan Taman Wisata Alam Tanjung Keluang berada di Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.
Astronomis
Secara astronomis Taman Wisata Alam Tanjung Keluang terletak antara 111°00’45" - 111°42’00" BT sampai dengan 03°42’ - 03°55’ LS.

Kawasan Taman Wisata Alam Tanjung Keluang yang terbentuk oleh hamparan pasir putih bersih dengan laut yang tenang, serta adanya tumbuhan cemara khas pantai merupakan panorama yang indah. Keindahan panorama alam pantai (Pasir dan mangrove) yang ditunjang oleh keberadaan jenis flora dan fauna yang khas.


Flora vegetasi yang menonjol di kawasan Taman Wisata Alam Tanjung Keluang adalah : Cemara Laut (Casuarina sp), dan Bakau (Rhizophora sp).

Fauna jenis satwa liar yang dapat dijumpai didalam kawasan Taman Wisata Alam Tanjung Keluang antara lain : Musang air (Cycnogale sp), Burung elang (Henicopersis novaeguineae) dan Burung raja udang (Anhinga sp).
Pantai Tanjung Keluang seluas 2000 Ha terletak di ujung Pantai Kubu, terbentuk dari hamparan pasir putih bersih dengan laut tenang, sangat cocok untuk berenang dan berjemur sambil menikmati pesona pantai yang khas. Pantai ini langsung menghadap ke Laut Jawa, dapat dicapai dengan perahu penyebrangan (kelotok wisata) dalam waktu 30 menit dari Pantai Kubu.
Pantai ini jauh dari keramaian sehingga wisatawan yang mendambakan ketenangan dan keheningan alam dapat menjumpainya di tempat ini. Obyek wisata Tanjung Keluang juga sepenuhnya menjadi milik Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dan saat ini menanti investor pengembangan selanjutnya.
Tanjung Keluang beach is 2000 ha in wide located in the end of Kubu beach, composed of clearly white sand spread out with peace ocean suitable for swimming and sunbathing while enjoying a typical coastal fascination. The beach directly appears before Java sea, which can be reached by using an over passing tourism ship (tourism kelotok) in only 30 minutes from Kubu beach.
The beach is far from the crowded so tourists that are long for natural quietness and restfulness can come to the really beautiful place. All tourism objects in Tanjung Keluang are also entirely in the possession of Government of West Kotawaringin Regency an at present waiting for investors to develop and construct them further.
Visit Indonesia

Kubu Beach Kalimantan Tengah

Welcome To Indonesia Tourism
Kubu merupakan salah satu kecamatan dari kabupaten Kotawaringin Barat. Ibukota kotawaringin barat sendiri adalah Pangkalan Bun. Kubu merupakan daerah di pesisir pantai yang menghadap laut jawa.
Jadi kubu ini merupakan daerah nelayan. Jaraknya lebih kurang 1/2-1 jam dari kota Pangkalan Bun bisa ditempuh dangan jalan darat baik itu roda dua maupun roda empat.
Pantai kubu ini sendiri berpasir putih agak kecoklatan, tetapi air lautnya berwarna coklat pengaruh dari hutan-hutan gambut. Pantainya sendiri landai jadi sangat cocok untuk bermain-main dengai air di pantainya.

Di pantai kubu ini juga disediakan suatu tempat berupa lokasi yang menjorok kelaut, sehingga jika kita berada di tempat di ujung pondok tengahlaut tersebut bisa merasakan angin laut secara langsung dan merasakan semilir anginnya dan kita juga bisa memancing ikan-ikan laut .
Pantainya sendiri memang masih belum begitu terawat, hanya ada bebera pondok untuk tempat duduk sambil merasakan kelapa mudanya. Pantainya masih kotor dan perlu perawatan yang cukup agar Kubu benar-benar jadi tujuan wisata idola di kalteng.
Selain itu kita juga bisa melihat aktifitas nelayan yang sedang mencari ikan terutama di pagi hari menjelang siang.



Pantai kubu di tepi Teluk Kumai merupakan obyek wisata transito bagi wisatawan yang akan menunju ke Taman Nasional Tanjung Puting. Dipantai ini terdapat kehidupan binatang langka yaitu putri duyung dan pesut (lumba-lumba). Lokasi Obyek wisata pantai kubu merupakan aset pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kubu beach at the side of Kumai Bay is a transitory tourism object for tourists toward the Tanjung Puting National Park. At the beach, there are scarce animal life such as sea cow manatee and dolphin. Kubu beach is entirely an asset of regency government. In further management, it is expected that the government can cooperate with private sectors that want to invest in the sector.


Visit Indonesia