Tampilkan postingan dengan label My City. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My City. Tampilkan semua postingan

Swalayan di Pangkalan Bun

Welcome To My City
Swalayan yang ada di Pangkalan Bun juga bertebaran di mana-mana, tidak kurang ada 7 tempat berbelanja yang nyaman untuk Anda. Yang paling popular di Pangkalan Bun yaitu Cipta Land Shopping Center biasa disebut CL. Di tempat ini banyak barang yang tersedia, dari perabotan rumah tangga, furniture seperti jam besar, kursi, meja makan, tempat tidur, dsb. Terdapat 2 restourant yang memiliki khas tersendiri, ada butik baju, sepatu, tempat permainan anak-anak, tempat pijat refleksi, salon, dan yang lebih utama lagi di sini juga tersedia mobil dan motor yang siap pakai, yang pasti bagus untuk Anda.

Sesuai dengan namanya Shopping Center tempat ini yang pasti juga menyediakan super market di dalamnya. Anda dapat berbagi keceriaan untuk keluarga Anda, maksudnya seperti ini, ibunya belanja kebutuhan pokok, ayah lihat-lihat mobil, dan anaknya bermain di arena permainan, jika lapar silakan menyantap makanan yang ada di lantai2. Di sini juga terdapat penjualan barang-barang elektronik seperti laptop, kamera, Komputer yang di sonsori oleh Cell Com.

CL juga sering mengadakan event-event di acara malam minggu seperti band, atau lomba-lomba fashion show, pernah juga di adakan bazaar dan diskon akhir pekan. Jika Anda lupa membawa uang, di sini terdapat 2 mesin ATM dari BNI dan BRI. Silakan datang dan belanja bersama keluarga Anda di Cipta Land Shopping Center. Tidak ketinggalan pula CL member kenyaman bagi Anda dengan memasang AC di setiap ruangan. Selamat menikmati akhir pekan Anda. Jangan lupa kunjungi swalayan yang lain yang memberikan fasilitas lain, dan harga tidak menutup kemungkinan kalah saing.


Visit Pangkalan Bun, Indonesia

Masjid Agung Riyadlush Shalihin, Pangkalan Bun

Welcome To My City




Masjid yang terbesar di Pangkalan Bun yaituWarna Teks masjid Agung Riyadlush Shalihin. Masjid ini sedang dalam tahap perbaikan masjid, di mana masjid ini akan di buat 2 menara besar yang terletak di depan masjid, masjid yang dapat menampung ribuan jemaah ini memiliki 2 lantai. Untuk lantai dasar di gunakan bagi jemaah pria, dan yang di atas untuk jemaah wanita.
\


Masjid yang dinding dalamnya dilapisi batu marmer yang konon satu meter nya berpatok harga skitar 250.000 itu membuat masjid agung ini terkesan mewah, ditambah lagi dengan 2 menara kembar di depannya membuat kesan masjid ini gagah berani. Masjid ini pernah di kunjungi oleh ustad Muhammad Arifin Ilham untuk acara zikir akbar.



Visit Pangkalan Bun, Indonesia

Hotel Di Pangkalan Bun

Welcome To My City, Pangkalan Bun



Hotel Kecubung


Hotel yang menjadi andalan kota Pangkalan Bun yaitu hotel kcubung dan hotel Avilla, dimana kedua hotel ini sering digunakan untuk penginapan orang-orang penting. Untuk hotel Kecubung pernah diinapi oleh pejabat-pejabat penting atau pejabat kenegaraan, dikarenakan hotel ini merupakan hotel nomor 1 di Pangkalan Bun, selain arsitekturnya yang bagus, hotel ini berada seperti di bukit, jadi Anda bisa melihat pemandangan kota Pangkalan Bun di kamar tidur Anda.
sedangkan hotel Avilla sering digunakan oleh para artis-artis yang manggung di Pangkalan Bun. Hotel ini memiliki tempat parkir yang begitu luas. Hotel ini juga memiliki pemandangan yang bagus yang berada di balkon belakang. Tarif dari kedua hotel ini sangat terjangkau sekitaran 250.000500.00/malam. Dan Pangkalan Bun memiliki lebih dai 10 hotel yang siap menerima Anda untuk tidur tenang dan amannya kota Pangkalan Bun.


Visit My City, Pangkalan Bun

Rumah Betang di Pangkalan Bun

Welcome To My City, Pangkalan Bun
Gambar di atas merupakan rumah betang khas Kalimantan yang berada di Pangkalan Bun, kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sekilas terlihat rumah ini sangat sederhana. Namun rumah yang terbuat dari kayu ulin ini memiliki nilai intrinsik yang sangat tinggi. Rumah yang berdiri kokoh di atas tiang berjumlah 21 yang berukuran tinggi 3 meter, dengan diameter tiang 50cm. Kemudian terasnya berdiri di atas 13 tiang dengan tinggi 2,5 meter dan dengan diameter 30cm.


Di dalam rumah Betang tersebut terdapat 3 lampu hias yang indah, Ini dapat dilihat dari jendela yang terbuka yang berjumlah 8 buah. Tapi sayangnya kita tidak dapat masuk melihat kedalam rumah karena pintu utama di kunci. Namun, pintu gerbang untuk masuk kawasan ini terbuka lebar bagi pengunjung.

Visit Pangkalan Bun, Indonesia

Palagan Sambi Kalimantan Tengah

Welcome To Indonesia In My City Tourism
Sekitar 61 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Oktober 1947, di Desa Sambi, pedalaman Kabupaten Kotawaringin Barat, tergores sebuah cacatan sejarah bagi TNI AU yang pertama kalinya menerjunkan pasukan payung RI di daerah itu. Penerjunan pasukan payung pertama RI itu atas permintaan Gubernur Kalimantan Selatan waktu itu, yaitu Ir. Pangeran Muhamad Noor kepada KSAU (Kepala Staf Angkatan Udara) Komodor Udara D. Suryadarma untuk mendirikan stasiun radio induk yang dapat menghubungkan Yogyakarta (pusat pemerintahan waktu itu) dengan Pulau Kalimantan sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan kemerdekaan.
Untuk memenuhi permohonan tersebut, KSAU membentuk staf khusus dengan tugas mempersiapkan dan melatih pasukan payung sebanyak 13 orang yang sebagian besar direkrut dari putra asli Kalimantan bersama dengan pemuda asal Sulawesi dan Jawa di bawah komandan Mayor Tjilik Riwut. Dengan hanya dilatih selama satu minggu, anggota pasukan payung yang belum memiliki ketrampilan secara memadai itu diterjunkan dari pesawat C 4/Dakota RI-002.
Pada penerjunan tersebut tidak ada satu pun di antara 13 anggota pasukan yang berhasil dengan mulus mendarat sampai ke tanah. Semuanya mengalami hambatan-hambatan di atas pohon. Namun, tantangan yang paling tragis justru datang dari penghianatan bangsa sendiri, karena ada oknum yang telah memberitahu kepada Belanda tentang operasi penerjunan tersebut. Pasukan khusus yang selama berbulan-bulan hidup di rimba belantara itu akhirnya diserang oleh pasukan Belanda dan mengakibatkan tiga orang anggota pasukan gugur di medan laga. Ketiga orang yang gugur dalam penyergapan pasukan Belanda itu adalah Iskandar, pimpinan pasukan, dan dua anggota lainnya, Akhmad Kosasih dan Hary Hadi Sumantri.
Untuk mengenang jasa-jasa pahlawan yang gugur pada penerjunan pasukan payung pertama itu, pada tahun 2000 diresmikan Monumen Palagan Sambi oleh Kepala Staf TNI-AU Marsekal TNI Hanafie Asnan di Desa Sambi, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Pemberian nama Palagan Sambi didasarkan pada lokasi di mana peristiwa penerjunan itu terjadi, yaitu di Desa Sambi.
Keistimewaan Monumen Palagan Sambi dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek fisik bangunannya dan aspek sejarahnya. Dilihat dari aspek fisiknya, keistimewaan Monumen Palagan Sambi terletak pada bagian utama dari monumen ini, yaitu pesawat C 4/Dakota RI-002, pesawat asli yang digunakan sewaktu penerjunan. Pesawat ini ditopang oleh sebuah tiang penyangga beton yang berdiri kokoh di atas pelataran seluas kurang lebih 10 x 12 meter.
Kondisi pesawat ini sangat terawat, karena sebelumnya benda ini merupakan koleksi berharga milik Angkatan Udara Indonesia. Namun, setelah Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat berencana membangun sebuah monumen untuk mengenang peristiwa penerjunan tersebut, pihak Angkatan Udara kemudian menghadiahkan pesawat ini kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat untuk dijadikan sebagai simbol monumen ini. Adapun nilai sejarah yang melekat pada monumen ini adalah mengingatkan masyarakat Indonesia pada besarnya kontribusi Angkatan Udara Indonesia dalam mengusir penjajah Belanda dari bumi pertiwi. Monumen ini juga mengingatkan pada cikal-bakal lahirnya korps pasukan payung TNI Angkatan Udara Indonesia, karena di tempat bersejarah inilah pertama kalinya Angkatan Udara Indonesia menerjunkan pasukan payung yang saat itu dilatih hanya dalam waktu satu minggu. Sebelum peristiwa penerjunan itu terjadi, Angkatan Udara Indonesia belum memiliki korps pasukan payung sama sekali. Sedangkan bagi masyarakat Kotawaringin Barat saat ini, Monumen Palagan Sambi adalah simbol kegigihan para pendahulunya dalam mengusir penjajah Belanda dari bumi Kalimantan.
Lokasi Monumen Palagan Sambi terletak di Desa Sambi, Kecamatan Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah, Indonesia.
Akses untuk mencapai Pangkalan Bun, pengunjung tidak harus singgah di Palangkaraya (Ibukota Propinsi Kalimantan Tengah) terlebih dahulu. Sebab, di Pangkalan Bun sudah terdapat bandar udara yang menghubungkan dengan kota-kota seperti Ketapang, Palangkaraya, Sampit, Banjarmasin, Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Dari kota-kota tersebut, penerbangan menuju Pangkalan Bun rata-rata satu kali dalam sehari. Setelah sampai di Bandara Pangkalan Bun, pengunjung dapat menggunakan taksi, mobil sewaan, atau menggunakan sarana transportasi umum berupa minibus jurusan Bundaran Tugu Pancasila (pusat kota Pangkalan Bun). Letak monumen yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Bundaran Tugu Pancasila membuat monumen ini dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki.
Harga Tiket Pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis.
Akomodasi dan Fasilitas Lainnya Di sekitar Monumen Palagan Sambi, pengunjung dapat menjumpai sarana akomodasi dan fasilitas yang cukup lengkap, antara lain: hotel/rumah penginapan, restoran/rumah makan, swalayan/minimarket, tempat ibadah (masjid dan gereja), warung internet, warung telekomunikasi, kios-kios penjual voucher handphone, kios-kios penjual cenderamata, dan lain-lain.
Live Report From Sambi Village
Foto di atas dan di bawah secara exclusive saya dapatkan ketika saya jalan-jalan menuju desa sambi. foto tersebut merupakan akses jalan menuju tempat terjun payung yang pertama di Indonesia. Perjalanan yang sangat menyenangkan bila Anda menyenangi yang namanya pertualangan. karena jalan ini berbukit-bukit dan disebelah kanan kiri jalan di penuhi pohon-pohon sawit.
Untuk mengunjungi desa Sambi disarankan menggunakan mobil yang di gunakan untuk adventure, sejenis mobil Ranger, lama perjalanan kurang lebih 5 jam tanpa istirahat. namun untuk mengujungi wilayah ini di sarankan pula bagi Anda yang ingin mengujungi wilayah ini untuk membawa orang (guide) yang betul hafal dengan jalur menuju desa Sambi, jika tidak Anda akan tersesat di dalam wilayah perkebunan sawit.
Di desa Sambi selain monumennya yang terkenal, ada pula buah Durian yang terkenal kelezatannya. ada ribuan pohon yang tertenam di area perbukitan tersebut. masa panen antara bulan Juni-Juli.
Di Desa Sambi terdapat sungai yang digunakan warga setempat untuk MCK. di sini juga terdapat masjid yang berdiri di pusat desa sambi. Adat yang mereka anut masih sangat terasa kental karena ada beberapa rumah yang halaman rumahnya terdapat Totem dan pemakaman di belakang rumah.
Live Report Ajie Indra Warman, Sambi, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah

Visit Indonesia

Pangkalan Bun Park

Welcome To Indonesia In My City, Pangkalan Bun




Foto di atas merupakan tamannya kota Pangkalan Bun, alias Pangkalan Bun Park (PP).


Ngmong-ngomong taman kok ada masjidnya?




Nah……. masjid itu di buat saat Pangkalan Bun menjadi tuan rumah untuk STQ ke-17 tingkat Provinsi se Kalimantan tengah yang di laksanakan pada bulan Maret 2009. Sekilas tentang STQ ke-17 di Pangkalan Bun. Pada STQ 17 ini diikuti oleh 14 kontingen dari 14 kabupaten/kota. Acara yang di ikuti tidak kurang dari seribu peserta ini menobatkan Pangkalan Bun menjadi juara umum pada STQ ke 17 kali ini. dan Pangkalan Bun menunjukan sebagai tuan rumah yang baik atas suksesnya pada lomba yang menelan dana milyaran rupiah tersebut.


di tempat ini sekarang menjadi pusat cuci mata atau tongkrongan warga Pangkalan Bun baik muda maupun tua. Karena selain tempatnya yang tinggi, yang dapat melihat pemandangan yang luas. Di tempat itu pula kita juga bisa melihat sedikit saat matahari tenggelam alias sunset.


Di tempat ini kian sejuk sekali karena banyak pepohonan yang rindang yang berada disekitar area ini, tidak kalah pula lampu-lampu hias yang bertebaran yang mampu menyulap keindahan Pangkalan Bun Park saat malam hari.



Di tempat ini pernah digunakan sebagai lokasi untuk beberapa event, olahraga atau sekedar acara keluarga. Seperti yang pernah di selenggarakan yaitu lomba Fashion Show dan Band, kemudian layar tancap yang memutar film laskar pelangi yang diadakan oleh YAYORIN (Yayasan Orang Utan Indonesia). Tempat ini juga bisa digunakan untuk bermain sepak bola, bulu tangkis. Dan yang unik lagi, di tempat ini juga pernah digunakan para ibu-ibu untuk pengajian.


Pangkalan Bun Park juga memiliki fasilitas kamar kecil. Jika Anda ingin buang air kecil atau buang air besar, jadi tidak perlu pulang kerumah jika Anda masih ingin menikmati suasana PP. Di tempat ini Ada pula kolam kecil plus air mancur yang berada di tengah-tengah taman tersebut.


Saat kabar ini diterbitkan, Pangkalan Bun Park tengah dibangun lagi suatu ruangan yang teletak dibelakang masjid tersebut.


Visit Indonesia