Tampilkan postingan dengan label Kotawaringin Barat Tourism. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kotawaringin Barat Tourism. Tampilkan semua postingan

Hotel Di Pangkalan Bun

Welcome To My City, Pangkalan Bun



Hotel Kecubung


Hotel yang menjadi andalan kota Pangkalan Bun yaitu hotel kcubung dan hotel Avilla, dimana kedua hotel ini sering digunakan untuk penginapan orang-orang penting. Untuk hotel Kecubung pernah diinapi oleh pejabat-pejabat penting atau pejabat kenegaraan, dikarenakan hotel ini merupakan hotel nomor 1 di Pangkalan Bun, selain arsitekturnya yang bagus, hotel ini berada seperti di bukit, jadi Anda bisa melihat pemandangan kota Pangkalan Bun di kamar tidur Anda.
sedangkan hotel Avilla sering digunakan oleh para artis-artis yang manggung di Pangkalan Bun. Hotel ini memiliki tempat parkir yang begitu luas. Hotel ini juga memiliki pemandangan yang bagus yang berada di balkon belakang. Tarif dari kedua hotel ini sangat terjangkau sekitaran 250.000500.00/malam. Dan Pangkalan Bun memiliki lebih dai 10 hotel yang siap menerima Anda untuk tidur tenang dan amannya kota Pangkalan Bun.


Visit My City, Pangkalan Bun

Rumah Betang di Pangkalan Bun

Welcome To My City, Pangkalan Bun
Gambar di atas merupakan rumah betang khas Kalimantan yang berada di Pangkalan Bun, kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sekilas terlihat rumah ini sangat sederhana. Namun rumah yang terbuat dari kayu ulin ini memiliki nilai intrinsik yang sangat tinggi. Rumah yang berdiri kokoh di atas tiang berjumlah 21 yang berukuran tinggi 3 meter, dengan diameter tiang 50cm. Kemudian terasnya berdiri di atas 13 tiang dengan tinggi 2,5 meter dan dengan diameter 30cm.


Di dalam rumah Betang tersebut terdapat 3 lampu hias yang indah, Ini dapat dilihat dari jendela yang terbuka yang berjumlah 8 buah. Tapi sayangnya kita tidak dapat masuk melihat kedalam rumah karena pintu utama di kunci. Namun, pintu gerbang untuk masuk kawasan ini terbuka lebar bagi pengunjung.

Visit Pangkalan Bun, Indonesia

Palagan Sambi Kalimantan Tengah

Welcome To Indonesia In My City Tourism
Sekitar 61 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Oktober 1947, di Desa Sambi, pedalaman Kabupaten Kotawaringin Barat, tergores sebuah cacatan sejarah bagi TNI AU yang pertama kalinya menerjunkan pasukan payung RI di daerah itu. Penerjunan pasukan payung pertama RI itu atas permintaan Gubernur Kalimantan Selatan waktu itu, yaitu Ir. Pangeran Muhamad Noor kepada KSAU (Kepala Staf Angkatan Udara) Komodor Udara D. Suryadarma untuk mendirikan stasiun radio induk yang dapat menghubungkan Yogyakarta (pusat pemerintahan waktu itu) dengan Pulau Kalimantan sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan kemerdekaan.
Untuk memenuhi permohonan tersebut, KSAU membentuk staf khusus dengan tugas mempersiapkan dan melatih pasukan payung sebanyak 13 orang yang sebagian besar direkrut dari putra asli Kalimantan bersama dengan pemuda asal Sulawesi dan Jawa di bawah komandan Mayor Tjilik Riwut. Dengan hanya dilatih selama satu minggu, anggota pasukan payung yang belum memiliki ketrampilan secara memadai itu diterjunkan dari pesawat C 4/Dakota RI-002.
Pada penerjunan tersebut tidak ada satu pun di antara 13 anggota pasukan yang berhasil dengan mulus mendarat sampai ke tanah. Semuanya mengalami hambatan-hambatan di atas pohon. Namun, tantangan yang paling tragis justru datang dari penghianatan bangsa sendiri, karena ada oknum yang telah memberitahu kepada Belanda tentang operasi penerjunan tersebut. Pasukan khusus yang selama berbulan-bulan hidup di rimba belantara itu akhirnya diserang oleh pasukan Belanda dan mengakibatkan tiga orang anggota pasukan gugur di medan laga. Ketiga orang yang gugur dalam penyergapan pasukan Belanda itu adalah Iskandar, pimpinan pasukan, dan dua anggota lainnya, Akhmad Kosasih dan Hary Hadi Sumantri.
Untuk mengenang jasa-jasa pahlawan yang gugur pada penerjunan pasukan payung pertama itu, pada tahun 2000 diresmikan Monumen Palagan Sambi oleh Kepala Staf TNI-AU Marsekal TNI Hanafie Asnan di Desa Sambi, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Pemberian nama Palagan Sambi didasarkan pada lokasi di mana peristiwa penerjunan itu terjadi, yaitu di Desa Sambi.
Keistimewaan Monumen Palagan Sambi dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek fisik bangunannya dan aspek sejarahnya. Dilihat dari aspek fisiknya, keistimewaan Monumen Palagan Sambi terletak pada bagian utama dari monumen ini, yaitu pesawat C 4/Dakota RI-002, pesawat asli yang digunakan sewaktu penerjunan. Pesawat ini ditopang oleh sebuah tiang penyangga beton yang berdiri kokoh di atas pelataran seluas kurang lebih 10 x 12 meter.
Kondisi pesawat ini sangat terawat, karena sebelumnya benda ini merupakan koleksi berharga milik Angkatan Udara Indonesia. Namun, setelah Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat berencana membangun sebuah monumen untuk mengenang peristiwa penerjunan tersebut, pihak Angkatan Udara kemudian menghadiahkan pesawat ini kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat untuk dijadikan sebagai simbol monumen ini. Adapun nilai sejarah yang melekat pada monumen ini adalah mengingatkan masyarakat Indonesia pada besarnya kontribusi Angkatan Udara Indonesia dalam mengusir penjajah Belanda dari bumi pertiwi. Monumen ini juga mengingatkan pada cikal-bakal lahirnya korps pasukan payung TNI Angkatan Udara Indonesia, karena di tempat bersejarah inilah pertama kalinya Angkatan Udara Indonesia menerjunkan pasukan payung yang saat itu dilatih hanya dalam waktu satu minggu. Sebelum peristiwa penerjunan itu terjadi, Angkatan Udara Indonesia belum memiliki korps pasukan payung sama sekali. Sedangkan bagi masyarakat Kotawaringin Barat saat ini, Monumen Palagan Sambi adalah simbol kegigihan para pendahulunya dalam mengusir penjajah Belanda dari bumi Kalimantan.
Lokasi Monumen Palagan Sambi terletak di Desa Sambi, Kecamatan Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah, Indonesia.
Akses untuk mencapai Pangkalan Bun, pengunjung tidak harus singgah di Palangkaraya (Ibukota Propinsi Kalimantan Tengah) terlebih dahulu. Sebab, di Pangkalan Bun sudah terdapat bandar udara yang menghubungkan dengan kota-kota seperti Ketapang, Palangkaraya, Sampit, Banjarmasin, Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Dari kota-kota tersebut, penerbangan menuju Pangkalan Bun rata-rata satu kali dalam sehari. Setelah sampai di Bandara Pangkalan Bun, pengunjung dapat menggunakan taksi, mobil sewaan, atau menggunakan sarana transportasi umum berupa minibus jurusan Bundaran Tugu Pancasila (pusat kota Pangkalan Bun). Letak monumen yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Bundaran Tugu Pancasila membuat monumen ini dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki.
Harga Tiket Pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis.
Akomodasi dan Fasilitas Lainnya Di sekitar Monumen Palagan Sambi, pengunjung dapat menjumpai sarana akomodasi dan fasilitas yang cukup lengkap, antara lain: hotel/rumah penginapan, restoran/rumah makan, swalayan/minimarket, tempat ibadah (masjid dan gereja), warung internet, warung telekomunikasi, kios-kios penjual voucher handphone, kios-kios penjual cenderamata, dan lain-lain.
Live Report From Sambi Village
Foto di atas dan di bawah secara exclusive saya dapatkan ketika saya jalan-jalan menuju desa sambi. foto tersebut merupakan akses jalan menuju tempat terjun payung yang pertama di Indonesia. Perjalanan yang sangat menyenangkan bila Anda menyenangi yang namanya pertualangan. karena jalan ini berbukit-bukit dan disebelah kanan kiri jalan di penuhi pohon-pohon sawit.
Untuk mengunjungi desa Sambi disarankan menggunakan mobil yang di gunakan untuk adventure, sejenis mobil Ranger, lama perjalanan kurang lebih 5 jam tanpa istirahat. namun untuk mengujungi wilayah ini di sarankan pula bagi Anda yang ingin mengujungi wilayah ini untuk membawa orang (guide) yang betul hafal dengan jalur menuju desa Sambi, jika tidak Anda akan tersesat di dalam wilayah perkebunan sawit.
Di desa Sambi selain monumennya yang terkenal, ada pula buah Durian yang terkenal kelezatannya. ada ribuan pohon yang tertenam di area perbukitan tersebut. masa panen antara bulan Juni-Juli.
Di Desa Sambi terdapat sungai yang digunakan warga setempat untuk MCK. di sini juga terdapat masjid yang berdiri di pusat desa sambi. Adat yang mereka anut masih sangat terasa kental karena ada beberapa rumah yang halaman rumahnya terdapat Totem dan pemakaman di belakang rumah.
Live Report Ajie Indra Warman, Sambi, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah

Visit Indonesia

Tanjung Keluang Kalimantan Tengah

Welcome To Indonesia Tourism


Kawasan Taman Wisata Alam Tanjung Keluang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor. 046/Kpts-II/1984 tanggal 3 Desember 1984 dengan luas kawasan 2.000 Ha.

Letak secara administrasi pemerintahan Taman Wisata Alam Tanjung Keluang berada di Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.
Astronomis
Secara astronomis Taman Wisata Alam Tanjung Keluang terletak antara 111°00’45" - 111°42’00" BT sampai dengan 03°42’ - 03°55’ LS.

Kawasan Taman Wisata Alam Tanjung Keluang yang terbentuk oleh hamparan pasir putih bersih dengan laut yang tenang, serta adanya tumbuhan cemara khas pantai merupakan panorama yang indah. Keindahan panorama alam pantai (Pasir dan mangrove) yang ditunjang oleh keberadaan jenis flora dan fauna yang khas.


Flora vegetasi yang menonjol di kawasan Taman Wisata Alam Tanjung Keluang adalah : Cemara Laut (Casuarina sp), dan Bakau (Rhizophora sp).

Fauna jenis satwa liar yang dapat dijumpai didalam kawasan Taman Wisata Alam Tanjung Keluang antara lain : Musang air (Cycnogale sp), Burung elang (Henicopersis novaeguineae) dan Burung raja udang (Anhinga sp).
Pantai Tanjung Keluang seluas 2000 Ha terletak di ujung Pantai Kubu, terbentuk dari hamparan pasir putih bersih dengan laut tenang, sangat cocok untuk berenang dan berjemur sambil menikmati pesona pantai yang khas. Pantai ini langsung menghadap ke Laut Jawa, dapat dicapai dengan perahu penyebrangan (kelotok wisata) dalam waktu 30 menit dari Pantai Kubu.
Pantai ini jauh dari keramaian sehingga wisatawan yang mendambakan ketenangan dan keheningan alam dapat menjumpainya di tempat ini. Obyek wisata Tanjung Keluang juga sepenuhnya menjadi milik Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dan saat ini menanti investor pengembangan selanjutnya.
Tanjung Keluang beach is 2000 ha in wide located in the end of Kubu beach, composed of clearly white sand spread out with peace ocean suitable for swimming and sunbathing while enjoying a typical coastal fascination. The beach directly appears before Java sea, which can be reached by using an over passing tourism ship (tourism kelotok) in only 30 minutes from Kubu beach.
The beach is far from the crowded so tourists that are long for natural quietness and restfulness can come to the really beautiful place. All tourism objects in Tanjung Keluang are also entirely in the possession of Government of West Kotawaringin Regency an at present waiting for investors to develop and construct them further.
Visit Indonesia

Kubu Beach Kalimantan Tengah

Welcome To Indonesia Tourism
Kubu merupakan salah satu kecamatan dari kabupaten Kotawaringin Barat. Ibukota kotawaringin barat sendiri adalah Pangkalan Bun. Kubu merupakan daerah di pesisir pantai yang menghadap laut jawa.
Jadi kubu ini merupakan daerah nelayan. Jaraknya lebih kurang 1/2-1 jam dari kota Pangkalan Bun bisa ditempuh dangan jalan darat baik itu roda dua maupun roda empat.
Pantai kubu ini sendiri berpasir putih agak kecoklatan, tetapi air lautnya berwarna coklat pengaruh dari hutan-hutan gambut. Pantainya sendiri landai jadi sangat cocok untuk bermain-main dengai air di pantainya.

Di pantai kubu ini juga disediakan suatu tempat berupa lokasi yang menjorok kelaut, sehingga jika kita berada di tempat di ujung pondok tengahlaut tersebut bisa merasakan angin laut secara langsung dan merasakan semilir anginnya dan kita juga bisa memancing ikan-ikan laut .
Pantainya sendiri memang masih belum begitu terawat, hanya ada bebera pondok untuk tempat duduk sambil merasakan kelapa mudanya. Pantainya masih kotor dan perlu perawatan yang cukup agar Kubu benar-benar jadi tujuan wisata idola di kalteng.
Selain itu kita juga bisa melihat aktifitas nelayan yang sedang mencari ikan terutama di pagi hari menjelang siang.



Pantai kubu di tepi Teluk Kumai merupakan obyek wisata transito bagi wisatawan yang akan menunju ke Taman Nasional Tanjung Puting. Dipantai ini terdapat kehidupan binatang langka yaitu putri duyung dan pesut (lumba-lumba). Lokasi Obyek wisata pantai kubu merupakan aset pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kubu beach at the side of Kumai Bay is a transitory tourism object for tourists toward the Tanjung Puting National Park. At the beach, there are scarce animal life such as sea cow manatee and dolphin. Kubu beach is entirely an asset of regency government. In further management, it is expected that the government can cooperate with private sectors that want to invest in the sector.


Visit Indonesia

Tanjung Puting National Park Kalimantan Tengah

Welcome To Indonesia Tourism
Taman Nasional Tanjung Putting

Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) adalah sebuah taman nasional yang terletak di semenanjung barat daya provinsi Kalimantan Tengah. Taman yang memiliki luas area sekitar 415.040 ha ini pernah didatangi oleh artis peraih piala OSCAR, Julia Robert (TNTP cukup terkenal sampai dunia Internasional juga kan???), Julia menyebut TNTP sebagai taman surga.

Taman Nasional Tanjung Puting ditetapkan sebagai cagar alam biosfer oleh UNESCO pada tahun 1977. TNTP merupakan tempat rehabilitasi Orang Utan tersbesar di Indonesia. Di sini terdapat tiga buah lokasi untuk rehabilitasi Orang Utan yaitu di Tanjung Harapan, Pondok Tanggul dan Camp Leakey.
A. Tanjung Harapan

Merupakan stasiun pertama dalam proses rehabilitasi Orang Utan. Lokasi ini berada di hutan sekunder dan hutan rawa yang dilengkapi dengan wisma tamu, pusat informasi dan jalan trail.

B. Pondok Tanggul

Di sini orang utan dihindarkan dari kontak langsung dengan manusia, namun Orang Utan tersebut tetap di amati secara tertutup.

C. Camp Leakey

Didirikan pada tahun 1971, berada di hutan primer dan merupakan tempat dari beberapa Orang Utan yang setengah liar sampai yang liar dan dari yang baru dilahirkan sampai usia tiga tahun (Raja Tua)

Anda tertarik untuk menikmati keindahan Taman Nasional Tanjung Puting? Tenang saja tak perlu gelisah. Cara terbaik menuju Tanjung Puting adalah melalui Kumai, kota kecamatan dan pelabuhan laut yang terletak 15 km dari Pangkalan Bun (Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Barat).

Untuk menuju Pangkalan Bun dapat dicapai dengan menggunakan pesawat udara. Dari Pulau Jawa penerbangan yang melayani adalah Merpati dan Deraya dari Semarang (setiap hari). Sedangkan dari kota-kota di Kalimantan, penerbangannya adalah DAS atau Deraya dari Pontianak atau Ketapang.Sedang dari Banjarmasin dapat menggunakan pesawat DAS atau Merpati. Kemudian dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun, dapat menggunakan Taxi cateran ke Kumai sekitar 12 km. Bila menggunakan kapal laut menuju Pelabuhan Kumai dapat memakai jasa Pelni (Binaiya, Lawit, Tilong Kabila, Leuser Krakatau dan Bukit Raya) dari Semarang, Surabaya dan Banjarmasin. Untuk mencapai lokasi kawasan Tanjung Putting, dari Kumai dapat menumpang Klotok atau Speed Boat.


Bila malas pergi sendiri, kita juga bisa memilih paket perjalanan yang ditawarkan operator tour. Lihat saja apa yang ditawarkan Vita Justicia dari Saptawira Adhitama Tours & Travel. Pihaknya telah membuka paket yang diberi nama ”Explore Orangutan”, paket wisata alam selama tiga hari dua malam. Pada hari pertama, kita langsung dibawa masuk ke kawasan Tanjung Puting. Rutenya, Jakarta – Semarang – Pangkalan Bun dengan pesawat, lalu terus ke Kumai dengan kendaraan roda empat.
Dari Kumai jalan-jalan diteruskan dengan menaiki Klotok, perahu tradisional warga Kalimantan. Untuk menginap, mereka memilih Rimba LodgeHari berikutnya, usai sarapan kita akan diajak untuk melihat Pondok Tanggui. Tempat ini merupakan bagian dari pusat rehabilitasi orang utan. Di sini kita bisa melihat kegiatan pemberian makan orang utan. Dalam sehari, ada tiga kali waktu memberi makan. Terakhir, perjalanan pulang dengan memakai rute yang sama. Lalu soal harga? Sambil tersenyum simpul Vita menyebut ancar-ancar angkanya, antara 4 juta sampai 5,7 juta per orang. ”Nah, inilah susahnya, orang (baca: wisatawan lokal) masih banyak yang mengeluh dengan harga segitu. Kebanyakan mereka lebih suka membandingkan dengan liburan ke luar negeri atau ke Bali. Padahal, tantangan yang ditawarkan juga berbeda kan,” tukas Vita. Artinya, paket wisata ini masih sepi peminat lokal.


Taman Nasional Tanjung Puting memiliki iklim tropis dengan curah hujan tertinggi 2400 mm/tahun, dan dengan suhu udara berkisar antara 22’-33’C dengan musim kunjungan terbaik antara bulan Juni s.d. September.


Visit Indonesia